TRIYONO
14.211.045
Makul : Manajemen operasional
Dosen : Tulus Pujianto, SE,MH.
14.211.045
Makul : Manajemen operasional
Dosen : Tulus Pujianto, SE,MH.
Perusahaan HBU mempunyai mesin-mesin dengan kapasitas penuh sebanyak 3000 unit setiap triwulan.
Dari analisis pasarnya dapat diperkirakan besarnya permintaan tahun 2010 adalah sebagai berikut:
Triwulan I: 2000 unit
Triwulan II; 2500 unit
Triwulan III: 4000 unit
Triwulan IV: 4000 unit
Untuk memenuhi permintaan tersebut perusahaan mempunyai dua alternatif, yaitu berproduksi stabil setiap triwulan sama atau berproduksi yang banyaknya sesuai dengan permintaan masing-masing triwulan (bila kapasitas masih bisa dicapai)
Dari analisis pasarnya dapat diperkirakan besarnya permintaan tahun 2010 adalah sebagai berikut:
Triwulan I: 2000 unit
Triwulan II; 2500 unit
Triwulan III: 4000 unit
Triwulan IV: 4000 unit
Untuk memenuhi permintaan tersebut perusahaan mempunyai dua alternatif, yaitu berproduksi stabil setiap triwulan sama atau berproduksi yang banyaknya sesuai dengan permintaan masing-masing triwulan (bila kapasitas masih bisa dicapai)
Pertimbangan lain yang mempengaruhi pemilihan kedua alternatif itu adalah:
Biaya penyimpanan barang setiap unit setiap triwulan Rp 20
Diatas kapasitas penuh perusahaan masih bisa menambah kapasitas sampai menjadi 3500 unit setiap triwulan dengan menggunakan kerja lembur setiap unit Rp 10
Bila kapasitas produksi tidak dapat menutup permintaannya maka bisa dilakukan subkontrak dengan perusahaan lain yang akan memakan biaya setiap satuan Rp 30 lebih mahal dari pada kalau dibuat sendiri dalam keadaan biasa
Persediaan awal tidak ada, persediaan akhir juga tidak ada.
Bagaimana pemecahan, alternatif mana yang harus diambil?
.... ,sebentar pak,tak tanya mbah dukun dulu :-)
Ok setelah tanya sana sini akhirnya saya coba menjawab,Bismillah...
Di dalam merencanakan pola yang tepat bagi produksi suatu perusahaan dapat dipergunakan ANALISIS BIAYA TAMBAHAN atau INCREMENTAL COST ANALYSIS. Masing-masing pola produksi akan terlihat memiliki biaya tambahan yang berbeda-beda. Oleh karena itu dapat kita pilih pola produksi yang akan menimbulkan biaya tambahan yang paling kecil.
Langsung saja kita analisis Incremental cost-nya(mungkin pak Ri lebih suka menghitung "criminal cost" ,maklum calon tribrata 1 giriwoyo hi hi...)
Ok,
Kita hitung dulu incremental cost nya untuk setiap alternatif pola produksi
Kita hitung dulu incremental cost nya untuk setiap alternatif pola produksi
Alternatif 1 (PP konstan) bila perusahaan berproduksi stabil:
Biaya penyimpanan?
Biaya kerja lembur?
Biaya subkontrak?
Biaya penyimpanan?
Biaya kerja lembur?
Biaya subkontrak?
Alternatif 2 (PP bergelombang) bila berproduksi sesuai permintaan:
Biaya penyimpanan?
Biaya kerja lembur?
Biaya subkontrak?
Biaya penyimpanan?
Biaya kerja lembur?
Biaya subkontrak?
Mari Kita Hitung
Incremental cost analisis untuk PP konstan(ALTERNATIF 1)
1.
Pola pruduksi konstan
2.
Incremental cost pola pruduksi konstan
3wln
|
Biaya simpan
|
Biaya Subkontrak
|
Biaya Lembur
|
Total
|
||||||
Jmlh
|
Tarif/
unit |
Total
|
Jmlh
|
Tariff
|
Total
|
Jmlh
|
Tariff
Lembur
|
total
|
||
I
|
1000
|
20
|
20.000
|
0
|
30
|
0
|
0
|
10
|
0
|
20.000
|
II
|
1500
|
20
|
30.000
|
0
|
30
|
0
|
0
|
10
|
0
|
30.000
|
III
|
500
|
20
|
10.000
|
0
|
30
|
0
|
0
|
10
|
0
|
10.000
|
IV
|
0
|
20
|
0
|
500
|
30
|
15.000
|
0
|
10
|
0
|
15.000
|
60.000
|
15.000
|
0
|
75.000
|
|||||||
Incremental cost analisis untuk PP Bergelombang (ALTERNATIF
2)
Tri
wulan
|
Penjualan
|
Pruduksi
|
Persediaan
|
Subkontrak
|
Lembur
|
I
|
2000
|
2000
|
|||
II
|
2500
|
2500
|
|||
III
|
4000
|
3000
|
500
|
500
|
|
IV
|
4000
|
3000
|
500
|
500
|
|
3wln
|
Biaya simpan
|
Biaya Subkontrak
|
Biaya Lembur
|
Total
|
||||||
Jmlh
|
Tarif/
unit |
Total
|
Jmlh
|
Tariff
|
Total
|
Jmlh
|
Tariff
Lembur
|
total
|
||
I
|
0
|
20
|
0
|
0
|
30
|
0
|
0
|
10
|
0
|
0
|
II
|
0
|
20
|
0
|
0
|
30
|
0
|
0
|
10
|
0
|
0
|
III
|
0
|
20
|
0
|
500
|
30
|
15.000
|
500
|
10
|
5000
|
20.000
|
IV
|
0
|
20
|
0
|
500
|
30
|
15.000
|
500
|
10
|
5000
|
20.000
|
0
|
30.000
|
10000
|
40.000
|
|||||||
Jadi Biaya tambahan pada pola pruduksi
bergelombang lebih sedikit dari pola pruduksi konstan.
PP konstan
Rp.75.000 dan PP bergelombang Rp.40.000
maka perusahaan akan lebih untung dengan PP Bergelombang
No comments:
Post a Comment