MAKALAH
TEKNOLOGI
INFORMASI DALAM
KOMUNIKASI
BISNIS
DISUSUN
OLEH : TRIYONO
NIK : 14.211.045

PROGRAM
STUDI S-1 EKONOMI MANAJEMEN
STIE
YKP YOGYAKARTA
2016
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillah, Puja dan Puji hanya layak
tercurahkan kepada Allah SWT. , karena atas limpahan karunia-Nya, sehingga
Penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah ini tepat pada
waktunya.Semoga makalah singkat tentang “TEKNOLOGI INFORMASI DALAM KOMUNIKASI
BISNIS” ini bisa bermanfaat bagi penyusun dan para mahasiswa pada umumnya.
Penyusun menyadari bahwa makalah ini
jauh dari kesempurnaan , oleh karena itu kami membuka kesempatan seluas-luasnya
kepada rekan mahasiswa yang lain untuk member kajian dan pendapat, sangkalan
ataupun pembenaran terhadap isi keseluruhan dari makalah ini.
Banyak kesulitan dan hambatan yang
Penulis hadapi dalam membuat makalah ini tapi dengan semangat dan kegigihan
serta arahan, bimbingan dari berbagai pihak sehingga Penulis mampu
menyelesaikan tugas ini dengan baik,
oleh karena itu pada kesempatan ini, Penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.
Semua
orang tua kami yang telah memberikan kasih sayangnya tanpa batas
2.
Bapak
Edhi Cahyono L, SE selaku dosen pengampu
3.
Seluruh
rekan-rekan mahasiswa dan civitas akademik STIE YKP Yogyakarta
Baturetno, 19 Maret 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
2.1 Rumusan Permasalahan
BAB II PEMBAHASAN
1.1 Teknologi Informasi, Sejarah dan
Pengertian dan Perkembangan Kekinian
2.1 Masalah Dan Kendala Dalam Penggunaan
TIK Bisnis
3.1 Langkah Dan Strategi Penanganan
Masalah Dalam TIK Bisnis
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Dalam perkembangannya dewasa ini dunia
bisnis telah tumbuh dan berevolusi
dengan cepat dan modern salah
satu pemicunya adalah penggunaan Teknologi Informasi Komunikasi ( TIK ) ,Tetapi
dalam praktik dan pelaksaannya seringkali menhadapi kendala dan permasalahan.
Banyak faktor yang mempengaruhi dan memicu terciptanya sebuah kasus
miskomunikasi dalam sebuah jaringan komunikasi bisnis. Sumber masalah yang
sangat beragam dengan tingkat dan sekala intensitas yang berbeda beda tentunya
juga memerlukan cara-cara penyelesaian
yang tepat.Proses transfer informasi yang begitu cepat dengan teknologi
kadang kala tidak diimbangi dengan kemampuan komunikasi manual yang memadai.
Penulis sangat
tertarik untuk mengetahui perkembangan apa saja yang terjadi dalam dunia
teknologi informasi komunikasi ( TIK ) yang berperan besar dalam memberikan
perlayanan informasi dalam dunia bisnis,karena dalam setiap interaksi sosial profesional
dalam hal ini antar para pelaku usaha / bussinesman sangat berpeluang akan adanya
permasalahan dalam berkomunikasi baik di internal perusahaan ataupun dengan
pihak lain seperti mitra usaha ataupun ke ruang publik. Langkah dan strategi
dalam berkomunikasi tersebut sangatlah penting sehingga perlu dirumuskan dalam
suatu konsep dasar yang mengacu pada sebuah teknologi informasi yang tidak
hanya komunikatif tetapi secara ekonomis mampu memberikan sumbangan yang
signifikan dalam usaha mencapai tujuan bisnis sebuah perusahaan..
1.1 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas,
penyusun membuat data dan perkembangan kekinian yang terjadi dalam Teknologi
Informasi Komunikasi dan permasalahanya:
a.
Pengertian
dan perkembangan TIK
b.
Apa
saja permasalahan yang dihadapi dalam TIK dalam dunia bisnis
c.
Bagaimana cara penanganan masalah
dalam MSDM
BAB
II
PEMBAHASAN
1.1
Pengertian dan perkembangan kekinian teknologi
informasi dan komunikasi
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Istilah teknologi informasi mulai populer
di akhir tahun 70-an. Pada masa sebelumnya istilah teknologi informasi biasa
disebut teknologi komputer atau pengolahan data elektronis (electronic data
processing).Teknologi informasi didefinisikan sebagai teknologi pengolahan dan
penyebaran data menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak
(software), komputer, komunikasi, dan elektronik digital.
Kilas-Balik Perkembangan TIK
Membicarakan perkembangan TIK dan
globalisasi ekonomi ibarat membicarakan dua sisi dari sebuah koin tunggal;
keduanya menggambarkan dua karakteristik penting perkembangan kemasyarakatan di
penghujung abad ke-20. Munculnya gagasan tentang information society ataupun knowledge-based society memperlihatkan adanya
upaya untuk melihat kedua sisi koin tersebut secara serentak.
Bentuk awal telekomunikasi berskala
nasional adalah telegrap. Teknologi berbasis kabel (wire-based technology)
ini menyediakan pondasi bagi perkembangan jejaring telepon, yang pada
gilirannya menjangkau bagian yang lebih luas dari permukaan Bumi. Dengan
penggunaan teknologi kabel lintas-lautan (transoceanic cables), berbagai
wilayah yang terpisah oleh laut menjadi terhubungkan menjelang akhir 1900.
Meningkatnya permintaan dari sektor bisnis akan sarana
untuk mengontrol informasi, khususnya yang terkait dengan kegiatan produksi dan
distribusi, menjadi pemacu utama pengembangan aplikasi dari telematika (telematics).
Di awal perkembangannya (seabad yang lalu), aplikasi-aplikasi ini didorong oleh
kebutuhan-kebutuhan di sektor bisnis, seperti computer-aided design (CAD), remote sensing devices, management information systems, dan data bases. Tetapi baru pada era 1960-an
teknologi komputer dan teknologi elektronik melebur dengan teknologi broadcasting dan telekomunikasi berbasis kabel.
Permintaan militer juga memacu terjadinya inovasi,
khususnya dalam wireless technologies, selama masa Perang Dunia Ke II.
Penggunaan dalam militer dikenal dengan teknologi C4I: command, control, communications, computing, dan intelligence. Bahkan telematika, digabungkan dengan
sistem dan perangkat lunak, telah dikonsepsikan sebagai “senjata” baru di abad
ke-21 ini.
Inovasi yang berlangsung secara masif
berlangsung dalam 25 tahun terakhir, sejak 1970-an, di mana kabel tembaga mulai
diganti dengan kabel serat optik, satelit dan teknologi nir-kabel lainnya,
seperti microwave dan seluler. Pada periode
yang sama, teknologi komputer berevolusi dari sebatas wordprocessing dan accounting menjangkau image dan graphic processing, yang membutuhkan
penyimpanan dan pengolahan data dalam kapasitas yang sangat besar. Dan secara
fisis komputer berevolusi dari berukuran sebesar sebuah ruang tamu sampai
menjadi perangkat yang portabel dan personal. Kemampuan yang sangat tinggi
untuk mengirim dan menerima data dan citra, selain suara, meleburkan kedua
jenis teknologi tersebut menjadi yang kini lazim disebut information and communication
technology (ICT), atau teknologi
informasi dan komunikasi (TIK). Internet dan World Wide Web (WWW) menjadi wujud utama
peleburan kedua jenis teknologi. Dan industri TIK hari ini merupakan kombinasi
dari sekurang-kurangnya empat jenis industri: industri komputer, industri
komunikasi, industri perangkat lunak, dan industri hiburan.
2.1
Jenis permasalahan dan kendala yang dihadapi
Komunikasi
seringkali terganggu atau bahkan dapat menjadi buntu sama sekali. Faktor
hambatan yang biasanya terjadi dalam proses komunikasi, dapat dibagi dalam 3
jenis sebagai berikut :
- masalah infrastruktur. Sarana dan prasarana
teknologi informasi dan komunikasi yang terbilang membutuhkan biaya yang
tidak sedikit, sehingga bagi pelaku bisnis yang memiliki modal yang tidak
banyak mengakibatkan kurangnya pembangunan infrastruktur pendukung
Komunikasi bisnis.
- masalah kemampuan menggunakan teknologi informasi
dan komunikasi. Walaupun fasilitas komunikasi bisnis telah memadai,
kendala yang bisa saja muncul adalah kemampuan sumber daya manusia dalam
memanfaatkan fasilitas tersebut. Mungkin masih ada beberapa pelaku bisnis
yang belum mampu menggunakan alat komunikasi dalam bisnisnya, sehingga
walaupun peralatan yang digunakan adalah peralatan dengan teknologi
canggih sekalipun, jika manusianya tidak dapat mengoperasikan/ menggunakan
peralatan tersebut akan menjadi percuma.
- kemampuan individu dalam berkomunikasi. Masalah yang
paling mendasar dalam praktek komunikasi bisnis baik dengan peran
teknologi informasi dan komunikasi dan tanpa peran TIK tersebut, masalah
yang mendasar adalah kemampuan komunikasi dari individu itu sendiri.
Apabila seseorang memiliki kemampuan komunikasi yang kurang baik, maka
secara otomatis praktek komunikasi bisnisnya tetap mengalami kendala,
walau telah didukung oleh peranan teknologi informasi dan komunikasi. Cara
orang tersebut menyampaikan pesan kepada pihak lain itulah yang menjadi
hal yang paling penting untuk diperhatikan.
Hambatan jenis ini timbul karena lingkungan yang
memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan
pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi,
akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di bidang teknologi komunikasi
dan sistim informasi, sehingga saluran komunikasi dalam media komunikasi dapat
diandalkan serta lebih efisien.
Gangguan
semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau idea secara
efektif. Definisi semantik adalah studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat
bahasa.Untuk menghindari mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus
memilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya,
serta melihat dan mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap
kata-kata yang digunakannya.Hambatan jenis ini muncul dari masalah-masalah
pribadi yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik
komunikator maupun komunikan.
Terdapat 6 kendala yang mungkin muncul saat mengkomunikasikan bisnis organisasinya, yaitu
:
a. Struktur komunikasi yang buruk
Struktur komunikasi adalah faktor esensial, yang menentukan baik-buruknya komunikasi bisnis. Tidak penting apakah audiencenya hanya s atu orang atau ribuan orang dan sekalipun di tengah bisingnya lingkungan bisnis dan pemasaran, pesan yang disampaikan haruslah terdengar dan dimengerti. Struktur komunikasi yang baik, mengikuti pola :
1. Pembukaan
- isi
- penutup
selanjutnya : Umum à Detil à Umum atau Global à Detil à Global
b. Penyampaian yang lemah
Tidak menjadi menjadi masalah, apakah pesan itu penting atau impresif. Namun apabila disampaikannya tanpa “sentuhan yang kuat”, hasilnya tidak akan dapat menyakinkan orang lain sesuai harapan. Disamping itu, meskipun telah dilakukan “sentuhan “ yang sudah tepat ternyata seringkali juga masih memerlukan waktu untuk mendapatkan respons. Dengan demikian, pesan yang kuat, tidak boleh seperti lawakan yang tidak lucu. Pesan yang disampaikan haruslah ‘menyentuh’ secara kuat dan telak, tidak sekedar mengelus-elus atau mengingatkan.
c. Penggunaan media yang salah
Perlu untuk mempertimbangkan siapa, dari kalangan atau status sosial mana dan karakteristik unik lainnya dari sasaran yang kita tuju, sehingga kita dapat memilih media yang tepat. Jika pesan yang disampaikan sangat kompleks, berikanlah ruang agar audience kita dapat mencerna pesan tersebut secara lebih leluasa, sesuai kecepatan mereka, seperti di kamar tidur, kamar mandi, televise, radio, majalah, koran dan lain sebagainya.
d. Pesan yang campur aduk
Pesan yang campur aduk, hanya akan menimbulkan kebingungan atau bahkan cemoohan dari audience. Seperti, larangan untuk memberikan hadiah kepada klien, tetapi pada saat yang sama memberikan pengecualian untuk klien-klien baru atau pelanggan VIP yang berpotensi besar pada bisnis perusahaan. Sementara, kriteria dari klien potensial atau pelanggan VIP tersebut tidak dirinci secara jelas.
e. Salah Audience
Topik yang dipilih hendaknya relevan dan sesuai dengan ekspektasi audience. Sebagai contoh, misalnya dalam event pertemuan antara wakil dari Pemerintah dan Pengusaha, namun dalam presentasi disajikan tentang analisis situasi politik dan pemerintahan, sedangkan para pengusaha, sebenarnya lebih mengharapkan penjelasan bagaimana tindakan atau langkah-langkah konkrit yang diambil pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.
f. Lingkungan yang mengganggu
Lingkungan yang mengganggu jelas merupakan kendala dalam komunikasi, sehingga pesan yang disampaikan tidak dapat diterima / didengar secara optimal. Seperti Suara penyaji yang tidak cukup terdengar oleh Audience, Suara keras dari luar ruangan, (seperti raungan sirine ambulan atau suara lalu lintas yang padat ), Bunyi handphone dari kantong audience, Interupsi, Sesi bicara yang menegangkan, dsb. Oleh karena itu, perlunya pemilihan tempat yang tepat serta upaya agar audience fokus dengan pesan yang disampaik
a. Struktur komunikasi yang buruk
Struktur komunikasi adalah faktor esensial, yang menentukan baik-buruknya komunikasi bisnis. Tidak penting apakah audiencenya hanya s atu orang atau ribuan orang dan sekalipun di tengah bisingnya lingkungan bisnis dan pemasaran, pesan yang disampaikan haruslah terdengar dan dimengerti. Struktur komunikasi yang baik, mengikuti pola :
1. Pembukaan
- isi
- penutup
selanjutnya : Umum à Detil à Umum atau Global à Detil à Global
b. Penyampaian yang lemah
Tidak menjadi menjadi masalah, apakah pesan itu penting atau impresif. Namun apabila disampaikannya tanpa “sentuhan yang kuat”, hasilnya tidak akan dapat menyakinkan orang lain sesuai harapan. Disamping itu, meskipun telah dilakukan “sentuhan “ yang sudah tepat ternyata seringkali juga masih memerlukan waktu untuk mendapatkan respons. Dengan demikian, pesan yang kuat, tidak boleh seperti lawakan yang tidak lucu. Pesan yang disampaikan haruslah ‘menyentuh’ secara kuat dan telak, tidak sekedar mengelus-elus atau mengingatkan.
c. Penggunaan media yang salah
Perlu untuk mempertimbangkan siapa, dari kalangan atau status sosial mana dan karakteristik unik lainnya dari sasaran yang kita tuju, sehingga kita dapat memilih media yang tepat. Jika pesan yang disampaikan sangat kompleks, berikanlah ruang agar audience kita dapat mencerna pesan tersebut secara lebih leluasa, sesuai kecepatan mereka, seperti di kamar tidur, kamar mandi, televise, radio, majalah, koran dan lain sebagainya.
d. Pesan yang campur aduk
Pesan yang campur aduk, hanya akan menimbulkan kebingungan atau bahkan cemoohan dari audience. Seperti, larangan untuk memberikan hadiah kepada klien, tetapi pada saat yang sama memberikan pengecualian untuk klien-klien baru atau pelanggan VIP yang berpotensi besar pada bisnis perusahaan. Sementara, kriteria dari klien potensial atau pelanggan VIP tersebut tidak dirinci secara jelas.
e. Salah Audience
Topik yang dipilih hendaknya relevan dan sesuai dengan ekspektasi audience. Sebagai contoh, misalnya dalam event pertemuan antara wakil dari Pemerintah dan Pengusaha, namun dalam presentasi disajikan tentang analisis situasi politik dan pemerintahan, sedangkan para pengusaha, sebenarnya lebih mengharapkan penjelasan bagaimana tindakan atau langkah-langkah konkrit yang diambil pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.
f. Lingkungan yang mengganggu
Lingkungan yang mengganggu jelas merupakan kendala dalam komunikasi, sehingga pesan yang disampaikan tidak dapat diterima / didengar secara optimal. Seperti Suara penyaji yang tidak cukup terdengar oleh Audience, Suara keras dari luar ruangan, (seperti raungan sirine ambulan atau suara lalu lintas yang padat ), Bunyi handphone dari kantong audience, Interupsi, Sesi bicara yang menegangkan, dsb. Oleh karena itu, perlunya pemilihan tempat yang tepat serta upaya agar audience fokus dengan pesan yang disampaik
3.1 Langkah dan strategi penanganan masalah dalam
TIK bisnis
1. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi
A. Penerapan Teknologi Informasi dan
Komunikasi dalam Perusahaan
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi
banyak digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan
setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam
lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan
Komunikasi menyebabkan perubahan pada kebiasaan
kerja. Misalnya penerapan Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah
salahsatu aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem manajemen dalam
perusahaan, cara lama kebanyakan.
B. Penerapan Teknologi Informasi dan
Komunikasi dalam Dunia Bisnis
Dalam dunia bisnis Teknologi Informasi dan
Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal
sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan
komunikasi internet.Dalam berbagai bidang jasa juga sudah mulai menjamur pruduk
layanan berbasis TI dan internet antara lain jasa pariwisata dan perhotelan
(traveloka) ,jasa transportasi ojek motor(go jack), Taksi ( graber ) , dan
masih banyak lagi.
C. Penerapan Teknologi Informasi dan
Komunikasi dalam Perbankan
Dalam dunia perbankan Teknologi Informasi
dan Komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau
dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan
melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo,pemindahbukuan,
pembayaran tagihan, dan informasi rekening.
D. Penerapan Teknologi Informasi dan
Komunikasi dalam Pendidikan
Teknologi pembelajaran terus mengalami
perkembangan seiring perkembangan zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran
sehari-hari sering dijumpai kombinasi teknologi audio/data,
video/data,audio/video, dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang
murah dimana memungkinkan terjadinya
interaksi antara dua orangatau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet
memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi
lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.
E. Penerapan Teknologi Informasi dan
Komunikasi dalam Kesehatan
Sistem berbasis kartu cerdas (smart card)
dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang
ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui
riwayat penyakit pasien. Digunakannya robot untuk membantu proses operasi
pembedahan serta penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi untuk
menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.
2. Pemanfaatan TIK di Sektor
Bisnis
Bagi dunia bisnis, jejaring telekomunikasi
awalnya digunakan seperti halnya jejaring listrik, distribusi air, dan jejaring
utilitas lain. Ini merupakan sumber yang penting, tetapi dulu perusahaan
memiliki pengaruh yang kecil. Perusahaan-perusahaan memiliki pilihan yang
terbatas atas layanan yang diperoleh dari penyediaan layanan yang dikelola
secara monopoli. Hari ini, para pengguna korporat meletakkan bersama
keseluruhan jejaring di bawah kontrol mereka, memotong-pintas jejaring publik
sebagian atau seenuhnya. Deregulation dan teknologi digital baru telah
mengizinkan perusahaan untuk secara sadar merancang dan mengoperasikan jejaring
telekomunikasi internal dan privat untuk meningkatkan posisi kompetitif mereka.
Apa yang dulunya merupakan biaya untuk menjalankan bisnis, sekarang menjadi
sumber keuntungan kompetitif.
Layanan TIK sekarang digunakan oleh semua
sektor ekonomik, mulai dari pertambangan dan pertanian sampai layanan
finansial, manufaktur dan kepariwisataan. Jejaring privat ini hadir di semua
industri global, di mana perusahaan multinasional menjadi perusahaan jejaring.
Para pengguna bisnis berskala besar memiliki kebutuhan akan sistem yang cost-effective, leluasa, aman, automated, terpadu dan
terandalkan. Jika para penyedia layanan lokal tidak dapat memenuhi kebutuhan
ini, dengan biaya yang masuk akal, perusahaan-perusahaan besar memiliki pilihan
untuk mengembangkan sendiri jejaring privat.
Perusahaan multinasional telah dapat
mengkoordinasikan produksi dan marketing dengan sistem komunikasi berbasis
satelit dengan kapabilitas video-conferencing, untuk tujuan
mengkoordinasikan pengembangan produk dan disain manufaktur.
Perusahaan-perusahaan kecil lebih terbatas
kemampuannya untuk mengembangkan jejaring TIK sendiri ataupun untuk menyewa,
karena besarnya biaya. Ini menjadi pilihan yang ekonomik hanya jika organisasi
tersebut cukup besar untuk menimbulkan cukup trafik untuk menghasilkan
penghematan. Oleh karena ini, perusahaan-perusahaan global merupakan
pihak-pihak yang pertama yang mengadopsi TIK baru. Sektor-sektor yang sangat
bergantung pada TIK mencakup, antara lain perusahaan-perusahaan layanan
finansial.
Pada ruang lingkup yang lebih luas, sebagai
contoh pada lingkungan bisnis, kehadiran teknologi informasi mulai disadari
dapat menghadirkan berbagai solusi yang dapat membantu proses bisnis yang ada.
Departemen TI pada sebuah perusahaan mulai dibangun dan secara konstan diminta
untuk mengembangkan suatu layanan, mengembangkan suatu sistem, dan
mengoptimalkan efesiensi bisnis berbasis teknologi informasi.
Era Globalisasi
Perkembangan teknologi informasi telah
berkembang luar biasa hebatnya baik dari sisi perangkat keras, perangkat lunak,
atau sumber daya manusia yang mendayagunakannya. Saat ini kehidupan manusia
mulai bergeser ke kehidupan komputasi persasif, suatu kehidupan yang meletakkan
teknologi informasi sebagai bagian dari kehidupan manusia kapan dan dimana
saja. Hal ini dapat diilihat dari prilaku manusia yang sudah mulai terbiasa
dengan komputer, sudah mulai terbiasa dengan internet, dan sudah mulai
merasakan bahwa sekumpulan kebutuhannya dapat dibantu oleh teknologi informasi.
3. Komunikasi Bisnis dengan
Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian
dan penerimaan pesan atau informasi diantara dua orang atau lebih dengan
harapan terjadinya pengaruh yang positif atau menimbulkan efek tertentu yang
diharapkan. Komunikasi adalah persepsi dan apresiasi.
Persaingan yang keras dalam dunia bisnis
tentunya sangat membutuhkan suatu perusahaan yang dapat menangani akan
hal itu diberbagai situasi yang menantang. Semua bisnis tentunya juga
membutuhkan semua informasi yang sangat aktual, cepat dan dapat dipercaya, yang
mana bisa semua permasalahan tersebut hanya bisa diselesaikan melalui Teknologi
Informasi dan Komunikasi ( ICT ).
Pergerakan bisnis yang semakin cepat menuntut
komunikasi (suara, data dan informasi) yang lebih lebih cepat guna
mempertahankan pelanggan, pemasok, dan, bahkan, dalam menghadapi persaingan.
4. Telepon Sebagai media
Komunikasi Bisnis
Pada awalnya, komunikasi dalam dunia bisnis
dilakukan dengan menggunakan suatu perangkat komunikasi yang disebut telepon,
dimana dengan alat ini para pelaku bisnis dapat menyampaikan informasi dan
berkomunikasi dengan pihak lain dalam rangka menjalankan bisnisnya.
5. Internet sebagai salah
satu media Komunikasi Bisnis
- Pengertian
Internet
Internet dapat diartikan sebagai jaringan
komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer
dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat
berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan
interaktif.
- Pengertian
Internet
Secara umum ada banyak
manfaat yang dapat diperoleh apabila seseorang mempunyai akses ke internet
.Berikut ini sebagian dari apa yang tersedia di internet: 1. Informasi untuk
kehidupan pribadi :kesehatan, rekreasi, hobby, pengembangan pribadi, rohani,
sosial. 2. Informasi untuk kehidupan profesional/pekerja :sains, teknologi,
perdagangan, saham, komoditas, berita bisnis, asosiasi profesi, asosiasi
bisnis, berbagai forum komunikasi.
Satu hal yang paling menarik ialah
keanggotaan internet tidak mengenal batas negara, ras, kelas ekonomi, ideologi
atau faktor faktor lain yang biasanya dapat menghambat pertukaran pikiran.
Internet adalah suatu komunitas dunia yang sifatnya sangat demokratis serta
memiliki kode etik yang dihormati segenap anggotanya. Manfaat internet terutama
diperoleh melalui kerjasama antar pribadi atau kelompok tanpa mengenal batas jarak dan
waktu.
Untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, sudah waktunya para profesional Indonesia memanfaatkan jaringan internet dan menjadi bagian dari masyarakat informasi dunia.
Untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, sudah waktunya para profesional Indonesia memanfaatkan jaringan internet dan menjadi bagian dari masyarakat informasi dunia.
Situs web perusahaan misalnya, menyediakan berbagai
informasi. Banyak perusahaan dewasa ini menggunakan situs web unutk
mengiklankan produk, menerima pesanan produk, meminta umpan balik pelanggan dan
menerima karyawan. Mereka juga menggunakan internet untUk berkomunikasi dengan
kelompok terpilih (pilihan).
Salah satu penggunaan internet sebagai media
komunikasi bisnis adalah dengan penggunaan email, karena email adalah sarana
internet yang bisa menyajikan tulisan.
- E-Commerce dalam
Komunikasi Bisnis
Perdagangan sebenarnya merupakan kegiatan
yang dilakukan manusia sejak awal peradabannya. Sejalan dengan perkembangan
manusia, cara dan sarana yang digunakan untuk berdagang senantiasa berubah.
Bentuk perdagangan terbaru yang kian memudahkan penggunaannya kini adalah
e-commerce. Secara umum, e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk
transaksi perdagangan atau perniagaan barang dan jasa dengan menggunakan media
elektronik.Di dalam e-commerce, para pihak yang melakukan kegiatan perdagangan
/ perniagaan hanya berhubungan melalui suatu jaringan publik (public network)
yang dalam perkembangan terakhir menggunakan media internet.
Sistem E-commerce dapat diklasifikasikan
kedalam tiga tipe aplikasi, yaitu :
a. Electronic Markets (EMs), yaitu sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan atau menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan.
a. Electronic Markets (EMs), yaitu sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan atau menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan.
b. Elektronic Data
Interchange (EDI), adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data
transaksi-transaksi regular yang berulang dalam jumlah besar antara
organisasi-organisasi komersial. Secara formal, EDI didefinisikan oleh
International Data Exchabge Association (IDEA) sebagai “transfer data
terstruktur dengan format standard yang telah disepakati, yang dilakukan dari
satu sistem komputer ke sistem komputer lain dengan menggunakan media
elektronik”. EDI sangat luas penggunaaanya, biasanya digunakan oleh kelompok
retail besar, ketika melakukan transaksi bisnis dengan para supplier mereka.
EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi
komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem
komputer ke sistem komputer yang lain, tanpa memerlukan hardcopy atau faktur,
sehingga terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam
penanganan berkas dan intervensi dari manusia.
c. Internet Commerce, adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk aktivitas perdagangan. Kegiatan komersial ini, seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet, antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirimkan melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.
c. Internet Commerce, adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk aktivitas perdagangan. Kegiatan komersial ini, seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet, antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirimkan melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.
6. Bisnis dan Komunikasi
Ditinjau dari aspek bisnis, organisasi
adalah sarana manajemen (dilihat dari aspek kegiatannya). Korelasi antara Ilmu
Komunikasi dengan Organisasi terletak pada peninjauannya yang berfokus kepada
manusia-manusia yang terlibat dalam mencapai tujuan.
Dalam lingkup organisasi, tujuan utama komunikasi adalah memperbaiki organisasi, yang ditafsirkan sebagai upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan manajemen. Komunikasi organisasi terjadi setiap saat. Dan dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi. Suatu organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarchies antara satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.
Dalam lingkup organisasi, tujuan utama komunikasi adalah memperbaiki organisasi, yang ditafsirkan sebagai upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan manajemen. Komunikasi organisasi terjadi setiap saat. Dan dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi. Suatu organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarchies antara satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.
7. KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
DALAM ORGANISASI BISNIS
Komunikasi Bisnis yang efektif diperlukan oleh semua organisasi
bisnis dalam upaya mencapai tujuannya. Organisasi bisnis yang produktif
ditunjang oleh penguasaan komunikasi bisnis para anggota organisasinya, baik
penguasaan komunikasi verbal (lisan dan tulisan), maupun komunikasi non-verbal.
Fakta empiris dalam dunia organisasi menunjukkan bahwa sebagain besar anggota
organisasi melakukan pekerjaannya dengan melakukan komunikasi.
Dalam kehidupan organisasi bisnis, keberadaan tim kerja semakin
populer. Banyak perusahaan dari berbagai industri menerapkan konsep tim kerja
dalam melakukan aktifitasnya. Pemakaian tim kerja diyakini banyak pimpinan
perusahaan akan lebih efektif, dibandingkan penyelesaian aktifitas secara
individual. Pemakaian tim kerja diharapkan dapat menciptakan sinergi yang
positif. Penjumlahan aggota dalam tim akan memungkinkan menghasilkan output
yang lebih besar dibandingkan output total yang dikerjakan oleh masing-masing
individu. Tidak peduli seberapa berbakatnya seseorang, betapapun
unggulnya sebuah tim atau seberapapun kuatnya kasus hukum, keberhasilan tidak
akan diperoleh tanpa penguasaan keterampilan komunikasi yang efektif.
Keterampilan melakukan komunikasi yang efektif akan berperan besar dalam
mendukung pencapaian tujuan dari seluruh aktivitas. Untuk dapat melakukan
komunikasi yang efektif, maka kemampuan untuk mengirimkan pesan atau informasi
yang baik, kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik, serta keterampilan
menggunakan berbagai media atau alat audio visual merupakan bagian yang sangat
penting.
8. Kemampuan Individu dalam Komunikasi Bisnis
Dalam menjalankan praktek bisnisnya, individu yang melakuakn
praktek bisnis tersebut perlu berkomunikasi dengan orang lain, semua pihak yang
berkaitan dengan bisnisnya. Komunikasi antara atasan dengan bawahan, komunikasi
dengan konsumen, komunikasi dengan pihak ketiga ( seperti pemasok, distributor,
pemerintah, pihak lain ).
Untuk melakukan praktek bisnis ini para pelaku bisnis kiranya
perlu memiliki kemampuan dalam komunikasi bisnis.
Tantangan seorang manajer
di masa depan relatif akan semakin sulit, yang menuntut kemampuan untuk
mengkomunikasikan ide gagasan dan tujuan dalam lingkungan organisasinya serta
bagaimana menyampaikan produk atau jasa yang dimilikinya kepada pelanggan.
BAB III
PENUTUP
DAN KESIMPULAN
Semakin cepatnya perkembangan Teknologi
Informasi dan Komunikasi menuntut manusia untuk mencoba membuat perubahan di
segala jenis kehidupannya yang tujuannya adalah mendapatkan hasil maupun
kondisi yang terbaik yang dapat dicapai. Banyaknya sektor kehidupan yang ada
diharapkan membuka inovasi baru bagi kita untuk menciptakan sesuatu yang baru
untuk kemajuan peradaban manusia.
Persaingan yang keras dalam dunia bisnis
tentunya sangat membutuhkan suatu perusahaan yang dapat menangani akan
hal itu diberbagai situasi yang menantang. Semua bisnis tentunya juga
membutuhkan semua informasi yang sangat aktual, cepat dan dapat dipercaya, yang
mana bisa semua permasalahan tersebut hanya bisa diselesaikan melalui Teknologi
Informasi dan Komunikasi ( ICT ).
Walaupun praktek komunikasi bisnis
menggunakan peran teknologi informasi dan komunikasi akan tetapi keberhasilan
komunikasi itu disebabkan oleh kemampuan dari individu itu sendiri
Demikian makalah ini saya
tulis dan saya yakin bahwasanya makalah ini mengandung banyak sekali kekurangan
dan jauh dari kata sempurna oleh sebab itu penulis berharap banyak untuk
mendapatkan koreksi dan pembetulan serta bimbingannya khususnya kepada Bapak
Edhi Cahyono L, SE selaku dosen pengampu untuk mata kuliah ini, dan pada
rekan-rekan mahasiswa STIE YKP Yogyakarta
pada umumnya .Sekian dan terima kasih.
No comments:
Post a Comment